Hotman Paris Hutapea: Fly High

Sukses memang sebagian dari mimpinya. Namun siapa sangka, kesuksesan justru diraihnya melalui profesi yang mungkin tak pernah diimpikannya. Kini, ketiga buah hatinya pun ternyata mewarisi bakat serta kemampuannya sebagai seorang pengacara.

Siapa tak mengenal nama Hotman Paris Hutapea? Ia merupakan salah seorang pengacara ternama Indonesia. Sosok pria asal Sumatera Utara ini tentu sudah tidak asing lagi bagi kita karena wajahnya kerap muncul di sejumlah media cetak dan elektronik nasional. Bahkan sejumlah surat kabar internasional pun beberapa kali mengangkatnya sebagai headline atas pernyataannya yang terkenal kritis. Di balik aksen Tapanuli yang kental serta gaya bicaranya yang terkadang meluap-luap, ternyata banyak cerita menarik tentang seorang Hotman Paris dalam menapaki karirnya sebagai pengacara sukses.

Photo: Agung Wibowo
Photo: Agung Wibowo

Terlahir sebagai anak keenam dari sepuluh bersaudara, Hotman dibesarkan dalam keluarga sederhana yang sangat menekankan pentingnya pendidikan dan kedisiplinan. Kedisiplinan yang telah mengantarnya dan kesembilan saudaranya sebagai langganan juara kelas. Walau hidup dan dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan, namun tak lantas membuat Hotman Paris beserta kakak dan adiknya dimanja. Pola pikir seperti itu benar-benar terpatri di dalam angan sejauh asanya untuk menggapai cita-cita.

Berbekal prestasi akademis yang mengagumkan selama di bangku sekolah, Hotman pun berkeinginan untuk melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tapi keinginan itu rupanya harus ia buang jauh, karena ternyata dirinya tidak lulus ujian saringan masuk ITB. “Kegagalanku masuk ke ITB memang cukup disesali. Apalagi kegagalan tersebut disebabkan bukan karena tak bisa menjawab seluruh soal yang ada, melainkan karena saya tak mengerti cara mengisi lembar jawaban. Padahal sebenarnya saya tahu semua jawabannya,” kenang pria yang juga pernah berkarir sebagai advokat di Australia.

Karena tak memiliki pilihan lain, Hotman pun pada akhirnya harus rela melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, bandung. Sebuah bidang studi dan profesi yang mungkin tak pernah masuk dalam kamus hidupnya. “Tidak pernah sekalipun terlintas dalam benakku ingin masuk Fakultas Hukum. Apalagi ketika itu saya sering bertemu dengan orang-orang bertitel sarjana hukum namun pengangguran. Jadi, karena itulah saya tak pernah berkhayal menjadi pengacara,” ungkap Hotman.

Meski tidak sejalan dengan keinginan hatinya, tetapi ia sangat menikmati seluruh mata kuliah yang harus ditempuhnya selama di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan. Singkat cerita, Hotman kembali melanjutkan kecemerlangannya meraih prestasi akademik yang mengagumkan. Atas prestasi akademik yang dimilikinya, ia juga berhasil menjadi mahasiswa Fakultas Hukum pertama yang mampu menyelesaikan studi S1 hanya dalam 3,5 tahun saja.

Karir profesional sebagai pengacara diawalinya dengan bergabung di kantor pengacara OC Kaligis & Associates pada tahun 1982. Di tahun yang sama, Hotman Paris bergabung di kantor pengacara Nasution, Lubis & Hadiputranto bersama pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Meski sempat memutuskan untuk berkarir di Bank Indonesia, namun passion-nya sebagai pengacara tak lagi bisa ia bendung. Sampai akhirnya ia bergabung dengan kantor pengacara Makarim & Taira.

Di sini dirinya cukup banyak mendapat pengalaman berharga dengan menimba ilmu dari para seniornya. Terlebih, ini merupakan salah satu kantor pengacara ternama untuk hukum internasional. Selama lebih dari 15 tahun berkarir di kantor pengacara Makarim & Taira, nama pria yang kerap menangani kasus di pengadilan internasional ini pun kemudian mendirikan kantor pengacara sendiri dengan nama Hotman Paris & Partners pada 1999.

Krisis moneter yang melanda Indonesia pada sekitar tahun 1998, di sisi lain juga turut melambungkan karir profesionalnya sebagai pengacara. Sejumlah kasus kepailitan di beberapa perusahaan besar banyak dimenanginya. Kemampuan serta reputasinya pun kerap disejajarkan dengan para advokat terbaik di tingkat intenasional. Maka tidaklah salah jika namanya masuk ke dalam daftar 100 advokat top dunia.

Berbagai kasus bisnis besar dan bertaraf internasional selalu dimenanginya di meja hijau. Pengalaman serta jam terbangnya yang tinggi sebagai pengacara dan konsultan hukum di persidangan kasus bisnis internasional membuat namanya semakin dikenal dunia. Hal itulah yang menjadi prestasi membanggakan bagi seorang putra Indonesia yang sukses di kancah hukum internasional.

Totalitasnya dalam berkarir makin membuat pria yang juga gemar mengoleksi berbagai mobil sport dan supercar tersebut disegani banyak orang. Bahkan sebuah surat kabar Australia, The Australian Weekend Bulletin, menyandingkan kehebatan Hotman Paris Hutapea dengan pengacara top asal Negeri Paman Sam Marvin Mitchelson dan Johnnie Cochran.

Like Father Like Son

Hanya sedikit dari sekian banyak manusia sukses di dunia yang berhasil mewariskan profesi kepada anaknya. Dan Hotman Paris Hutapea adalah salah satu di antaranya. Kepiawaiannya menangani beragam kasus-kasus besar di persidangan berbanding lurus dengan cara yang ditempuhnya dalam mendidik ketiga putra putri tercintanya Frank, Felicia, dan Fritz.

Frank misalnya, kini si sulung  lulusan KENT Law School, London tersebut tengah berkarir di salah satu kantor pengacara papan atas di Indonesia. Sedang putri keduanya, Felicia, pernah menuntut ilmu di Harvard Law School  – salah satu sekolah pascasarjana terkenal di dunia. Dan Fritz, si bungsu pernah belajar hukum di Oxford University dan Cambridge University, Inggris.

Ketiganya ia siapkan menjadi advokat-advokat muda berbakat yang siap melanjutkan kesuksesan di bidang hukum yang telah ia torehkan sepanjang karirnya. “Menempuh pendidikan di fakultas hukum adalah keharusan bagi ketiga anak saya. Ketiganya memang saya siapkan bukan hanya sebagai penerus, tapi juga untuk menjadi seorang advokat bertaraf internasional,” papar Hotman Paris.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s